Hukum Tekanan

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu`alaikum wr wb.

Kali ini gw mau coba nulis tentang hukum tekanan.

Hukum Tekanan

Hukum Tekanan

Jadi, menurut hukum tekanan, tekanan itu sama dengan Gaya per satuan Luas. Begitulah hukum tekanan ini dikenal sejak kita duduk dikelas satu Sekolah Menengah Pertama yang termasuk pada pelajaran fisika. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.

Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi. Dan lebih jauh lagi, kenapa semua alam semesta ini bisa ada. Dari sebuah tekanan.

“Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”. Ini adalah bunyi hukum pak Archimedes dengan hukum tekanan airnya. Dan belum lagi dengan hukum tekanan darah, air, udara, gas, dan bisa dikatakan dalam banyak hal semuanya ada tekanan.

Andrea hirata secara sepintas dalam bukunya maryamah karpov mengatakan bahwa kita ini ada juga karena tekanan. Tentu saja itu benar. Dari sini juga kita bisa mengenali keesaan Tuhan. Dari sebuah hukum tekanan seharusnya kita bisa menyadari bahwa Allah adalah tuhan yang esa. Sekarang, coba bayangkan bahwa satu semesta ini adalah sebuah benda yang berbentuk bulat. Lalu setiap sisi itu ada sebuah tekanan dari “tangan” tuhan. Apa yang terjadi? Bisa dipastikan bila satu tuhan yang mengapit dan memberikan tekanan untuk kehidupan dan keteraturan maka hal itu akan berjalan tanpa pernah berlainan. Akan tetapi, bila lebih dari satu dan kesemuanya itu memberikan tekanan pada alam yang berbentuk bulat tadi maka akan terjadi tarik menarik sehingga bisa dipastikan alam tersebut tidak akan exist.

Kita ambil sebuah contoh sederhana, sebuah balon yang berlubang satu dan ditiup satu orang. Maka hasilnya bisa dipastikan balon tersebut membesar dengan baik. Akan tetapi coba satu balon itu mempunyai beberapa lubang untuk diberikan angin oleh beberapa peniup. Alih-alih balonnya bisa  mengembung yang ada malah perut para peniup yang gembung dengan udara. Bayangkan saja, satu yang meniup dan teman yang lain harus berusaha meniup udara lebih kuat lagi dari pada teman yang tadi.

Dari sebuah tekanan juga jantung bisa mengalirkan darah keseluruh tubuh, dan dari sebuah tekanan juga bumi ini bisa berputar, air bisa meluap dan mengalir. Dari sebuah tekanan pula seluruh alam semesta bergerak dengan medan yang telah ditentukan. Ini belum seberapa, manusia sendiri adalah makhluk yang didesain sebagai makhluk yang bisa menekan dan menahan tekanan. Dalam tubuhnya manusia ini didesain sangat sempurna sebagai mahkluk dalam alam yang penuh tekanan. Secara psikologi saja, manusia ini bisa menjadi begitu fleksibel bisa jadi, hal ini terpengaruh dari komposisi tubuhnya sendiri. Yaitu dimana unsur berkomposisi air sebanyak 70%. Dan air sendiri merupakan zat yang terus menerus menekan kesegala medan.  Juga termasuk zat yang mengikuti tekanan sehingga ia begitu elastic.

Sehingga wajar, bila dalam al quran Allah mengatakan bahwa segala sesuatu “tekanan”-ujian-  akan diberikan sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri. Anehnya, kebanyakan manusia malah tidak menginginkan tekanan-tekanan dalam hidupnya. Dia lebih cenderung menikmati dengan segala yang memudahkannya. Dengan demikian secara tidak langsung, manusia telah merusak system kerja alam semesta sekaligus dirinya sendiri. Merusak system syarat yang seharusnya bekerja dengan berbagai tekanan. Merusak sistim darah yang seharusnya bergerak sesuai dengan kemampuan tekanan yang ditentukan.

Siapa yang menyangka bahwa semua ini telah muncul ditengah gurun buta seribu empat ratus tahun silam. Ditengah-tengah mereka yang jahil. Sekarang, ilmu pengetahuan secara tidak langsung membuktikan bahwa dengan bersyukur dan menjalani semua tekanan dengan ikhlas akan menghasilkan keseimbangan. Lantas sekarang, mengapa mengeluh jika setiap kali sebuah tekanan-tekanan itu datang menyapa? Sedangkan diri ini sudah di disain untuk bisa menghadapi berbagai macam tekanan.

Jadi, bisa dipastikan bahwa manusia yang tidak menyukai tekanan dalam hidupnya adalah manusia yang separuh jadi. Bagaimana mungkin dia menolak system yang telah ada didalam tubuhnya. Manusia memerlukan tekanan minimal untuk membuang angin atau hajat. Bisa dibayangkan bila tekanan dari usus besar, sampai anus tidak bekerja. Atau bila kita memakan makanan dan tekanan dari rongga mulut tidak ada sehingga tidak bisa menelan? Haruskah kita lari dari sebuah tekanan hidup?

wallahu`alam

wassalamu`alaikum wr wb

<!–moreSelanjutnya »–>
Posted in Fact, Islam. 6 Comments »

6 Responses to “Hukum Tekanan”

  1. rumus cepat matematika Says:

    makasih banyak ilmunya,,,sangat bermanfaat,,,salam hangat,,,

  2. download anything free Says:

    o gitu ya
    kok bisa gitu ya
    ya gitu deh

  3. nikki Says:

    sangat bermanfaat bagi ku

  4. mohammad sharif Says:

    siapa yg mmbuat hukum tekanan nie….??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: